Ujung tatapan...
Kepadamu yang telah lenyap dari ujung tatapanku Matahari pun belum beristirahat Anak ayam belum kembali ke kandang Kaki ku belum smepat menapaki pintu masuk rumah Tapi kamu telah lenyap, telah menghilang dari ujung tatapanku Secepat apa kamu menghilang? Dan secepat itu pula kah kau kembali? Secepat apa? Selama ini kah? Apa aku harus larut bersama khayalku? Apa aku harus meringkuk memeluk lutut sambil menyebut namamu? Kepadamu yang telah bersamanya Aku terantuk diruang kelas Aku menulis untukmu Aku sabar mendengar dosen ini mengajar panjang lebar tapi mengapa aku tak pernah sabar menunggumu? Tak sabar ingin berjumpa denganmu Mengapa pula kau tidak berusaha menghubungiku? Bahagiakah kamu disana? Bahagiakah kamu bersamanya? Cintaku untuk bahagiamu Dan ini bahagia ku Mencintaimu dan menunjukkan itu di ujung tatapan mu