Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Teruntuk kamu...

Teruntuk kamu yang melangkah mundur menjauhiku . Langkahmu mempunyai banyak arti. Arti yang satu pun tidak aku ketahui. Langkah yang kuketahui hanya satu. Kamu menjauhiku. Teruntuk kamu yang tertunduk menghindari tatapanku . Tidakkah kau ingin melihat raut wajahku? Atau tidak layak kah aku melihat wajah itu. Wajah yang selalu kurindukan? Teruntuk kamu yang menghapus nomor ponsel ku dari kontak mu . Apa alasanmu? Tak berguna lagi kah aku? Atau terlalu sulit aku dilupakan karena kau merindukan tingkahku? Teruntuk kamu yang sedang mendekatinya . Aku menyukai saat pertama kali aku mengenalmu dan bertemu denganmu. Aku selalu memutar kembali memori yang tiada henti membuat air mata ku menetes. Teruntuk kamu yang memberi selembar foto itu padaku . Aku masih menyimpannya. Aku tutup rapat laci itu. Aku senang kamu memberikannya padaku. Ada maksud yang indah dibalik itu semua. Aku tahu itu. Walau aku tak tahu maksud itu apa. Teruntuk kamu yang telah me...

Setitik senyum...

Ada setitik senyum disana Tergambar jelas di sudut bibirmu Terlihat damai semua itu terjadi dihadapanku Ada kesenangan disana, dibalik senyum mu Walaupun setitik tapi berhasil membuatku tersenyum bahagia setiap kali mengingatnya Walaupun setitik tapi berhasil membuatku susah tidur karena terlalu gembira Walaupun setitik tapi itu kebahagiaan luar biasa untukku Setitik senyum yang aku rindukan dari dirimu Semua tentang kamu yang aku rindukan, termasuk senyummu Keramahan matamu saat menatapku Suara renyahmu saat menyapaku Pelukanmu yang menghangatkan dan menenangkanku Aku menyukai semuanya... Aku menyukai kamu, hanya kamu Ketika kamu bertanya "kamu baik-baik saja?", aku suka Ketika kamu menjelaskan semua sebab aku terlanjur sedih, aku suka Ketika kamu menasihati dengan sikap dewasamu, aku suka Ketika kamu cemburu, aku suka Terpenting, aku menyukaimu. Aku mencintaimu. Setitik senyum yang tercipta dihadapanku Aku rindu, aku merindukannya Setitik senyum yan...

Sedikit mengabaikan...

Berdiam diri disaat kamu tak ada itu lebih baik daripada aku harus menangisimu Mencari kesibukan saat ditinggalkanmu adalah caraku untuk sedikit mengabaikanmu Aku sadar bahwa melupakanmu merupakan hal yang mustahil Tetapi sekedar mengabaikanmu dan menetralkan diri ini dari semua tentangmu masih mungkin untuk ku lakukan bukan? Ini tidak terlalu buruk dimatamu bukan? Bukan karena aku membenci maka aku melakukan ini Bukan pula karena aku terlanjur kecewa padamu Aku hanya... Aku hanya cukup lelah menyaksikan sekaligus merasakan seluruh bagian hidupku tersiksa karena kamu.. Maafkan aku... Maafkan aku jika aku telah banyak mengecewakanmu Izinkan aku mengabaikanmu walaupun hanya sebentar... Maafkan aku jika aku datang mengejarmu dan kemudian mengabaikanmu Terpenting, maafkan aku jika aku terlalu dalam merasakan kekecewa karena mu... Sedikit saja aku ingin mengabaikanmu Sedikit saja... Aku mohon... Jangan biarkan bayangmu hadir menghampiriku Aku lelah berada dekat dengan bayangmu...

Sampah...

Sekedar mengabaikanmu mungkin bisa Tapi itu tidak berlangsung lama, hanya sekejap Sejenak kemudian tuntutan hidup memaksa untuk mengingatmu Pertumbuhanmu semakin hari semakin pesat Upaya apa yang harus kami lakukan? Upaya apa? Lingkungan merengek minta untuk diperhatikan Dunia murka akan adanya kamu Aku sadar bahwa sepenuhnya ini bukan salahmu Aku tau bahwa kau pun tak mau selalu berada di bawah, di kasta terbawah Ini kesalahan terbesar kami, kami makhluk yang bernama manusia Manusia yang menciptakanmu, manusia pula yg membuatmu tumbuh lebih cepat Manusia pula yang pada akhirnya akan menjadi korban dari ciptaan dan perbuatan yang dilakukannya setiap hari Segala upaya pun telah dianjurkan, tapi apa? Apa hasilnya? Mana praktiknya? Manusia belum merasakan akibat perbuatannya Manusia tetap mengabaikanmu, tetap bersikap acuh pada lingkungan dan tetap mengotori dunia Pada akhirnya maaf dan penyesalan pun tidak akan berguna tanpa ada usaha untuk mengatasimu, untuk mengurangi...

Setahun yang lalu...

21 Agustus 2012 Kamu sedang apa sekarang? Kamu ingat setahun yang lalu? Yah, ditanggal yang sama setahun yang lalu aku bersamamu Untuk waktu yang cukup lama aku berada di sampingmu Untuk sedikit waktu dari itu aku berada dipelukanmu dan sebagian besar waktu itu di setahun yang lalu kau kecup aku Ah aku sedih jika teringat masa itu Berada dipelukanmu dan menikmati kecupanmu Hanya itu yang dapat aku lakukan setahun yang lalu Kau ingat foto kita yang diambil setahun yang lalu? Ah mataku berlinang jika melihatnya Hanya sekejap dan kemudian aku keluar dari folder itu Aku tak sanggup melihatnya yang sekaligus mengenangmu... Aku tak sanggup jika harus mengenangmu... Ingatkah kamu dengan aku? Aku yang kini sedang menikmati memori setahun yang lalu Masa dimana aku bersamamu... Bersamamu, aku merindukan itu Akankah semua itu dapat terulang kembali? Akankah semua itu dapat aku rasakan kembali? Maaf aku masih mengenangmu seperti ini Maaf aku masih memikirkanmu dan menuli...

Duplikat kamu...

Pada awalnya aku memang mencoba mengabaikannya Aku berusaha tidak melihatnya sebagai kamu Aku berusaha menganggapnya sebagai dirinya sendiri Aku berusaha untuk tidak mengingatmu saat melihatnya Tapi aku kalah... Aku tetap melihatnya sebagai kamu Aku tetap menganggapnya adalah kamu Aku tetap teringat kamu saat melihat dia Aku selalu berusaha untuk tidak melihat dia Aku selalu berusaha untuk tidak menatap matanya Tapi semua itu sulit untuk dihindari Dia selalu ada di sekitarku Aku kalah, aku kalah untuk melawan rinduku karena duplikat kamu Aku menyerah, aku pasrah berada di sekitar duplikat kamu Aku sedih, aku sedih karena bukan kamu yg berada di dekatku Bagian terpentingnya, aku kembali hampir gila karena merindukanmu Dia sama seperti kamu, dia duplikat kamu Aku hampir gila karena dia Karena dia lah setiap malamnya aku memimpikan kamu Karena dia lah setiap waktunya aku tak lupa untuk mengingatmu Karena dia lah setiap detiknya aku tidak lepas menyebut namamu Faktanya memang dia tidak...

Terimakasih ...

Kenapa aku begini? Kenapa aku harus berlelah-lelah memikirkanmu? Kenapa aku harus membasahi mata untukmu? Hanya karena memikirkanmu Kenapa aku? Ada apa dengan diriku? Bodohnya aku saat sadar kau telah mengabaikanku Bodohnya aku saat sadar kau telah berpaling Kamu dimana sekarang? Aku disini hanya dapat berharap kau berbalik dan kembali padaku Aku gusar memikirkanmu Setelah kau berikan semuanya padaku, kau menghilang begitu saja ha? Untuk apa semua ini jika kau tidak bersamaku? Untuk apa semua ini jika kau malah berpaling? Untuk apa hei!!! Baiklah, aku sudah siap melepasmu Aku tak pantas lagi mempertahankanmu Aku pun tak cukup kuat untuk terus berdampingan denganmu jika begini Aku akan melepasmu dan akan merelakan semuanya Terimakasih telah mengisi hariku Terimakasih telah membuatku tertawa, tersenyum dan kesal setiap harinya Terimakasih atas kenangan yang telah kau berikan Terimakasih atas sikap acuh dan perhatianmu itu Terimakasih semua itu kau ciptakan dalam wakt...

Dengan mu ...

Kau tau Awalnya aku hanya sedang lemah, lemah akan kisah yang lalu Lalu aku bertemu denganmu Aku tau kau menganggap aku apa Tapi aku tak peduli, sungguh aku tak peduli Aku hanya ingin lebih tenang, aku hanya butuh kau sebagai tempatku bersandar Dan tak kusangka, kau ikuti permainanku Tapi sadarkah kau? Aku yang kini terperangkap dalam permainanku sendiri Iya, permainan kita lebih tepatnya Sulit untuk keluar Sulit untuk menghindar Tapi aku siap jika kau yang menghindar lebih dulu Kau tau bagaimana caranya? Dengan sejuta pesonamu, kau raih tanganku Dengan ribuan makna tatapanmu, kau luluhkan aku Dengan jutaan ucapanmu, kau lemahkan aku Dengan ribuan sikapmu pula kau hancurkan aku Hancurkan setiap pengharapan yang tercipta Sebegitu hancurnya aku hingga tak mengenal cinta lain, harapan lain Sebegitu mudahnya aku luluh Dan sebegitu mudahnya pula aku hancur Tak apa, aku pun mudah mengabaikannya Hanya mengabaikan kamu, kenangan bersamamu, dan pengharapan padamu itu mu...

Terkadang

Terkadang aku tak percaya ceritanya seperti ini Terkadang aku pun tak percaya pernah bersamanya Terkadang aku tak yakin semua ini terjadi Dan sampai sekarang pun aku tak percaya kau telah meninggalkanku Tapi aku bisa apa? Aku tak bisa apa-apa Aku hanya bisa terdiam dan menyesal Aku hanya ingin melupakannya Melupakan semua yang telah terjadi Walau aku tau itu tak mungkin Kini aku berjalan sendiri tanpa kau Walaupun di tengah keramaian ataupun kesunyian Aku selalu mencoba berlari Berlari menjauh darimu walau itu sungguh menyulitkan Tapi kemudian aku terjatuh, aku menangis kesakitan Tak adakah yang dapat membantuku bangkit? Di saat ku lihat dirimu, kulihat kau bersamanya Tak apa, aku tak bersedih Aku ikut tersenyum saat kau tersenyum Walau terkadang hatiku menjerit kesakitan

Sanggupkah aku melepasmu?

Siapa dia? Iya, dia yang sedang dekat denganmu? Jika ia lebih baik dan lebih indah dariku maka aku akan dengan senang hati melepasmu Jika kau lebih memilih dia, aku bisa apa? Aku hanya dapat terdiam Aku bohong jika aku bahagia melihatmu bahagia bersama orang lain Munafik jika aku berkata " jika kamu bahgia aku juga ikut bahagia " Terlebih bahagiamu bukan bersamaku Aku bilang aku akan melepasmu jika kau minta Aku bilang aku akan berlari menjauh jika kau ingin Tapi aku tak yakin aku sanggup melakukannya Ajari aku bagaimana melepasmu Ajari aku disaat aku tau kau tak menginginkanku lagi Ajari aku disaat aku mulai lelah akan sikapmu Ajari aku disaat aku tak berguna lagi untukmu Ajari aku disaat kau mulai mengacuhkanku Ajari aku disaat aku tak terlihat lagi di pandanganmu Tapi apakah aku sanggup melepasmu? Melepas kamu yang setiap hari berkata "Aku sayang kamu" Melepas kamu yang mampu membuat aku tersenyum disaat aku kesal akan sikapmu Melepas kamu y...

Pengagum rahasia

Duduk manis di pojok ruangan sambil membaca buku dan sesekali mencuri pandang ke arahnya Itu bukan merupakan hal baru untukku Bagiku sudah menjadi rutnitas memandanginya setiap ada kesempatan Di pandanganku terlihat wajah ceria yang mampu membuatku tersenyum Melihat bibirnya tersenyum ke arahku membuat aku salah tingkah Seketika di setiap halaman yang ku baca terlintas wajah dan senyumannya Oh mengapa aku? Apakah aku jatuh cinta padanya? Apakah aku menyukainya? Atau aku sekedar mengaguminya? Jika iya, apa yang membuat aku mengaguminya? Apakah senyum manis dan sapaannya? Ataukah semua tentangnya? Oh Tuhan aku menyukainya Tapi aku bisa apa? Hanya memandang dari kejauhan dan sekedar menyapanya dengan senyum kecil di bibir Oh mengapa aku tidak memiliki cukup keberanian untuk berbicara bersamanya atau sekedar memanggilnya? Aku terlalu takut teracuhkan olehnya Apakah cukup dengan memandangnya dari kejauhan, mencari tau semua tentangnya, atau menulis puisi tentangnya saja ka...

Langit dan Bumi

Aku yang bermimpi terlalu jauh untuk mendapatkanmu Padahal kita bagaikan langit dan bumi Kamu sang langit sedangkan aku bumi yang kotor Aku terpukau akan keindahanmu Aku bermimpi untuk melangkah bersamamu Aku terlalu bahagia melihatmu yang di atas sehingga aku lupa akan keberadaanku Aku yang tak pernah lelah mendangak untuk menatapmu Kini aku tersadar, aku bagaikan bumi, bumi yang terlalu jauh untuk menggapaimu Tapi, salahkah aku mengagumi? Sekedar menyapamu lewat pesan singkat bukan hal yang memalukan bukan? Aku sadari siapa aku, aku bukan siapa-siapa untukmu Tapi bagiku, kamu terbaik untukku Seketika aku remuk saat mengetahui kau sedang bersama orang lain Seketika aku terdiam mengetahui ceritamu bersama dia Tapi tak apa, aku sadar diri, aku bukan siapa-siapa Aku hanya bisa mengagumi dari sini, di bawah sini Aku hanya bisa tersenyum saat mendangak melihatmu Kau peneduhku, kau bagaikan langit untukku Kau indah, kau keindahan dari Tuhan Aku sadar kita tak kan per...

Bolehkah aku mencintaimu?

Bolehkah aku memimpikanmu? Sedikit saja aku ingin merasa bahagia bersamamu Bolehkah aku mencintaimu? Aku ingin mencintaimu, tidak perlu berlebihan, aku hanya ingin mencintaimu sesederhana mungkin Bolehkah aku merasakan hangat pelukmu? Aku ingin berada di dekapanmu Bolehkah aku mencintaimu? Aku ingin kamu, hanya kamu Bolehkah aku berada di sampingmu? Berjalan berdampingan denganmu? Bolehkah aku mengetahui semua tentangmu? Aku ingin mengenalmu lebih dekat dan lebih jauh Bolehkah ku lamunkan dirimu? Hanya untuk sekedar membuat ku tersenyum, bolehkah? Bolehkah aku mencintaimu? Menyayangimu? Merindukamu? Atau sekedar menangisimu? Bolehkah aku tertawa bodoh saat aku sadar bahwa aku benar-benar mencintaimu? Bolehkah aku menatap fotomu setiap malam? Bolehkah aku menjerit dihadapan fotomu itu saat aku sadar kau begitu mengesalkan? Bolehkah aku mencintaimu? Tidak perlu berlebihan, hanya cinta sederhana, bolehkah?

Hai Juli!

Hai Juli 2012! Selamat datang di hidup ku! Akankah berpihak sepenuhnya pada ku kali ini? Tak apa, aku bisa melewatinya Hai untuk kamu! Bulan telah berganti di tahun ini, bagaimana dengan hati kamu? Sudah mulai terbuka kah? Sudah mulai tersentuh kah dengan kehadiran ku? Tak apa, aku tak menuntut lebih (lagi) Hai sobat! Bagaimana kabar kalian? Telah lama kita tak bersua Aku rindu kalian, bagaimana dengan kalian? Tak apa, aku mengerti kesibukan kalian Hai teman lama! Sudah lama sekali kita tak berjumpa dan bertegur sapa Baik-baik saja kah? Semoga Aku harap kau selalu bahagia tanpaku disana Hai tugas! Kapan kalian akan berakhir? Aku tlah lelah menjamahi kalian Lelah menjamahi kalian sendirian Tak apa, semoga buah yg ku dapat manis di akhir nanti Hai liburan! Tunggu aku! Seusai UAS aku akan sepenuhnya pada mu Walau sekejap tak apa, akan tetap kunikmati dirimu Hai dunia! Lindungi aku dari kekejaman dunia fana ini Lindungi aku dan orang-orang di sekita ku, amin

Siapa aku?

Menyaksikan semua yang kau lakukan membuat aku berpikir semua tertuju padaku Mendapat sapaan dan senyum darimu membuat aku salah tingkah Padahal siapa aku? Siapa aku yang mungkin hanya sekelebat bayang di hadapanmu Siapa aku yang tak berhak menanyai keadaanmu setiap waktu Siapa aku yang tersenyum kegirangan saat ingat kebersamaan denganmu Siapa aku yang tertunduk lesu saat teracuhkan dirimu Siapa aku yang salah tingkah saat mendapat pesan darimu Siapa aku yang tertawa bodoh saat cemburu padamu Siapa aku yang kini mencoba berhenti mengharapkan dirimu Aku yang begitu menggilai dirimu Aku yang selalu mengutamakanmu dibanding yang lain Aku yang melihatmu disetiap aku berpikir Aku yang sebenernya baru saja mengenalmu Aku siapa? Aku yang berharap mendapat kejelasan darimu? Aku yang berharap kau tau semua inginku? Aku yang berharap kau mempunyai keinginan yang sama denganku Harusnya aku membuka mata Harusnya aku tersadar dari semua khayalan ini Harusnya aku menjauh da...

Takdirkah?

Tak ada niatan lebih saat akan berkenalan dengan mu Tak ada ambisi khusus untuk mendapatkan mu Ku jalani semua layaknya selembar daun yang terbawa arus sungai Tapi aku terlalu terlena akan belaian arus sungai, sampai-sampai aku lupa diri Salahkah aku kini menginginkan mu? Salahkah aku kini sedikit mengharapkan mu? Salahkah aku kini menyukai mu? Salahkah semua yang aku alami ini? Takdirkah yang mengharuskan ku untuk mengalami sebuah "harapan palsu" ha? Takdirkah yang mengharuskan ku mengenal kau? Mengenal kita ha? Takdirkah yang mengharuskan ku melatih kesabaran ini saat menghadapi mu ha? Atau ini memang rencana mu hei lelaki! Kau pintar mengubah suasana hati ini Kau pintar membuat ku kacau begini Dan kau berhasil membuat ku begitu penasaran padamu! Jujur aku belum memahami apa tujuan tersembunyi mu itu Jujur sampai detik ini pun aku masih memikirkan mu Aku memikirkan bagaimana cara menaklukkan mu Aku lelah untuk terus mengalah dan bersabar Tapi apa daya, rasa penasaran ini me...

Aku benci!

Hei aku membenci nama mu kini! Aku benci jika harus mendengar atau membaca nama mu itu! Aku benci karena jika aku harus mengalami itu dengan refleksnya aku akan teringat dirimu! Aku benci untuk mengingat mu! Aku benci merasakan mata ku berkaca saat mengingatmu! Terlebih aku benci harus jauh darimu! Aku sangat benci mengalami ini semua! Benci karena pada kenyataannya kau tetap tak menghiraukan ku .. Benci ku tak beralasan Benci ku tak berujung Aku benci harus mengenangmu seperti ini! Sedangkan di luar sana kau melupakanku Aku benci harus begini, aku benci! Aku hanya dapat menikmati kebencian ini Mungkin nanti suatu saat aku akan benar-benar membencimu ..

Kamu Hebat

Aku berpendapat kamu hebat Kamu bisa membolak-balikan hati ini Kau ubah suasana redup menjadi kecerian, lalu kau ubah lagi menjadi suatu kekecewaan Kau hebat Kau mampu membuat ku memusnahkan dia dari pikiran ku Padahal berapa lama aku mengenal mu? Hanya hitungan minggu Tapi kau bilang apa? Ini biasa saja, sebenarnya ini biasa saja Kau tau apa yg terjadi pada ku setelah kau katakan kalimat ini? Masa depan masih panjang, jangan terpaku sama gue Yah, aku menyerah, aku akan pergi Sudah ku duga akhirnya akan seperti ini (lagi) Tak apa, aku tak akan bersedih Mungkin memang hatiku yang begitu lemah sehingga dengan mudahnya luluh padamu Mungkin memang aku yang telah berharap banyak pada keadaan ini Mungkin memang jalannya aku harus kembali tersandung Aku telah meninggalkan dunia nyata yang membingungkan ini Tapi aku kembali, karena aku melihat mu, maka aku kembali Sekarang aku telah kehilangan segalanya, segala yang terlebih dahulu aku miliki sebelum melihatmu Dan pada ak...

Terbiasa tanpa mu ..

Kemarin aku memang merindukan mu, tapi sekarang aku harus benar-benar melepasmu Kamu saja telah melepas seperti ini, jadi kenapa aku harus tetap bertahan? Kita sudah sama-sama bisa untuk jalan sendiri Aku harap aku bisa terbiasa tanpa mu, tanpa kabar dari mu, tanpa segalanya dari mu Walau sebenarnya benar kata mu kalau aku tidak akan pernah bisa melupakan mu Takdir yg buat kita jadi seperti ini Takdir yg mengharuskan kita untuk saling menyakiti Takdir yg membuat kita menangis Tapi tak pernah ku sesali pernah mengenal mu, pernah menghabiskan waktu bersama mu Aku belajar bagaimana mencintai untuk yg kedua kalinya, cinta yg benar-benar cinta Mencintai kamu, yg sekarang menjauh dari ku Tak akan pernah bisa melupakan kenangan kita, terutama dirimu Semenyakit apapun pernah bersama mu mungkin butuh waktu 2-3 tahun untuk benar-benar terbiasa terbebas darimu Walau harus menangis setiap malam, harus memiliki mood buruk setiap ingat dirimu, tak apa, asal itu bisa membuat mu bahagi...

Habiskan waktu ini ~

Habiskan waktu ini bersama ku, ku mohon Seperti setahun yang lalu Temani aku habiskan waktu yg tinggal hitungan jam ini Waktu ini sungguh berharga untuk ku dan untuk kenangan kita setahun lalu Harusnya kau yang temani aku, temani habiskan waktu sempit ini Temani dengan celoteh canda tawa mu yg kurindukan itu Ingat kah kau dengan waktu yg akan datang nanti? Ingatkah? Atau kejutan sedang menanti ku? Ah hanya mimpi! Kau tau? Tidak ada yg menemani ku Aku kesepian disini, aku bersedih sendiri disini Dimana kamu dulu yg setia temani ku? Aku sendiri .. Tak tau harus dengan siapa membagi ini semua jika begini Tak ada yg mengerti, tak ada kau seperti dulu disini Tak ada kau yg bersedia menghiburku dengan cara mu Tak ada yg menasihati layaknya gaya mu menceramahi ku Aku disini mengharapkan dirimu.. Mengharapkan segala tentang dirimu Aku disini tak tau harus berbuat apa lagi Mereka semua menghilang layaknya kau menghilang Bagai debu yg terhempas badai, seketika menghilang ...

Hey lihat!

Hey lihat disini hujan! Kau lihat? Indah bukan butiran air yg terjun bebas itu Ia berkumpul membentuk suatu garis air yg di sebut hujan, mereka jatuh bersamaan Mereka pergi meninggalkan awan yg menjatuhkan nya Tanah memiliki aroma khas saat pertama kali mereka jatuh Suara yg khas mereka ciptakan saat mereka berjatuhan Suasana yg khas saat mereka singgah Aku merindukan suasana ini, telah lama hujan tak menghampiriku, dan kini ia lama disampingku Kau bahagia saat hujan turun? Dulu aku tak begitu memperdulikannya tapi kini aku begitu merindukan hujan Bukankah ada kesenangan sendiri melihat embun yg menempel di dedaunan itu? Bukankah ada kesenangan sendiri menikmati hujan sambil mengenang mu? haha Bukankah ada kesenangan sendiri saat menikmati hujan ada pesan masuk dari mu? haha Yak tapi itu hanya keinginan semata, padahal kau sedang menikmati hujan dengan cara tidur di balik selimut Hey lihat lagit yg sudah mulai menampakkan matahari! Akankah hujan ini kan reda? Dan kesenang...

Selamat tinggal ~

Sedang apa kamu sekarang? Kini aku mencoba menafsirkan potongan demi potongan rasa ku pada mu Aku mencoba memahaminya Begitu indah potongan ini, di setiap potongannya selalu ada nama mu Begitu hebatnya kamu hingga kau berhasil hadir di setiap mata ini berkedip Harusnya kau bahagia memiliki pemuja seperti aku Harusnya kau sadar memiliki pecinta hebat seperti aku Tapi kemana kau? Kau malah asik dengan kesibukan mencari pemuja dan pecinta lain, padahal disini ada aku hey! Tapi terserah, itu hak mu Aku tak berhak mengaturmu Kita sudah terlalu jauh Kita tak sedekat dulu Perlahan tapi pasti ku ucapkan selamat tinggal ..

Menunggu ~

Disini aku berdiri, di bawah halte ini Aku menunggu Menunggu untuk sebuah kata yang disebut "teman" Teringat kata saat aku menunggumu Menunggu untuk sebuah kata yang disebut "setia" Terdiam dan terpaku menatap jalan Tatapan kosong dan bibir bungkam Puluhan motor dan mobil berlalu sambil sesekali menatap ku Kucoba untuk menatap mereka, tapi apa daya, seketika mereka pergi Menunggu untuk waktu yang cukup melelahkan Menunggu dengan sisa tubuh yang rapuh Ingin rasanya aku beranjak dari sini tapi kata itu menahanku Kata yang buat aku tertahan berdiri disini Kunikmati sekelebat debu menerpa wajahku Kunikmati hempasan angin yang menyambar pakaianku Kunikmati kesetiaanku Kunikmati itu semua, tapi aku tak bisa menikmati kelelahanku Sekian menit aku menunggu akhirnya datang juga, penantian ini berakhir Penantian singkat bukan penantian panjang seperti yang aku lakukan untukmu Ku harap kau yang akan mengakhiri penantian ini Karena badai cobaan ini telah ...

Mencintai mu ~

Tangan ini telah bosan menuliskan betapa aku mencintaimu Bibir ini telah lelah menyanyikan lagu kekecewaan karna cinta ini Mata ini cukup sakit berulang-ulang menangisi perasaan ini Hati ini telah cukup kuat untuk bertahan mencintaimu Pikiran ini masih terus berusaha menghapus bayangmu Sedangkan tubuh ini, telah bosan, lelah, dan cukup sakit tapi tetap bertahan dan berusaha untuk menunggu mu Tak cukup rangkaian kata indah untuk menunjukkan cinta ini Tak cukup penantian ini untuk meluluhkan mu Organ tubuh ini mungkin telah menyerah mencintaimu.. tapi nyatanya tubuh ku masih bertahan untuk mencintai bahkan menunggu mu .. Mencintai mu tanpa dapat bersama mu Mencintai mu dari kejauhan Mencintai mu dengan cara menatap langit Mencintai mu dengan hanya melihat senyum mu Terima kasih atas cinta yang telah kau tumbuhkan dalam diri ini ... nb: ditujukan bagi kalian yg sedang jatuh cinta .. :)

Terima kasih, karma ~

Tuhan, karma itu terjadi Aku mengalaminya kini Karma ini sungguh menyakitkan .. Aku bisa saja bertahan Aku bisa saja berkata iklas Tapi sejujurnya aku hancur Aku mencoba berdiri di atas pecahan kehancuran ini Ini bukan salah dia, juga bukan salah mereka Takdir yg berkuasa disini Dia yang mengatur jalan cerita ini Sungguh aku tak mengerti Sungguh sempurna cerita yang kau tulis Tuhan Sejak aku mengetahui semuanya Hati ku seketika tumbang, tumbang oleh hempasan rasa ini Aku mencoba tertawa, tersenyum, dan iklas Aku mencoba mengabaikannya Aku mencoba untuk bertahan sendirian Aku mencoba terlihat tegar Tapi ternyata? Aku terjatuh, aku terpuruk sendirian Aku sendirian Ayah, Ibu Apakah kalian tau, anak gadismu ini sedang menangis sendirian di atas secarik kertas? Ayah, Ibu Apakah kalian tau apa yang anak gadismu ini rasakan? Ayah, Ibu Dapatkah kalian memeluk ku sekarang? Ayah, Ibu Tau kah kalian siapa yang menyebabkan anakmu ini menangis? Karma pasti terjadi dan ki...

STOP! please ~

ayolah, tinggalkan diaaa seberapa besar dia buat mu? sebegitu besarkah? hingga kau akan matikah tanpa dia? ayolah lepaskan diaaaa dia telah lelah bersama mu, dia ingin terbebas darimu percuma untuk kau mempertahankan nya, dia yang akan menghancurkannya percayalah, ku mohon ada yang lebih baik menunggu mu di luar sana kawan :) ada yang telah Tuhan siapkan untuk mu di sana kawan :) ada cerita baru yg harus kau ukir di luar sana kawan :) aku tau tak mudah bagimu untuk melepasnya aku tau masih berat bagimu untuk meninggalkannya tapi ayolah move on kawan :) kau bilang telah banyak cerita yg telah kau lalui bersamanya? tapi lebih banyak waktu yg terlewati dan lebih banyak kenangan yg terukir bersamanya jika kau masih bertahan yang pada akhirnya kalian akan berpisah ~ kau bilang aku tak pernah mengalami seperti yang kau alami? ayolah kawan tak perlu itu semua, cukup berpikir jernih untuk memberikan solusi itu semua~ pilih mana yg terbaik untukmu kau telah dewasa, kau yang lebih banyak menase...

Goresan Pena ~

Pena ini yang menemaniku Menemaniku di setiap malam menjelang tidur Ku pegang ia,  dan ku sandingkan dengan selembar kertas Ku goreskan ia di atas kertas ketika otak ini mulai meronta Ku luapkan kekacauan otak ini di atas kertas itu Ku korban kan ia demi otak kacau ini Setelah semua tersalurkan mata otak dan seluruh tubuh sedikit lebih tenang Istirahat ditemani dengan pena dan kertas yang telah saling melengkapi ini Tidur di temani kedua benda ini dan bulir-bulir air mata ~ -gitakurniati-

serpihan kecil ~

semua tentang mu yang telah ku kubur kini teringat kembali aku melihat serpihan kecil dari dirimu .. aku teringat kenangan lama dengan dirimu aku kembali memikirkan mu sungguh ku tak ingin kembali terpaku pada mu tapi nyatanya aku membutuhkan mu apakah harus aku menangis di depan mu? atau apakah harus ku kumpulkan air mata ini untuk mu? agar kau tau betapa menderita nya aku? lalu apakah aku harus berbalik arah? apakah harus aku menunggu mu? dan apakah harus aku mengejar mu? tidak berusaha untuk melupakan mu hanya berusaha untuk tidak mengingat mu ~ -gitakurniati-

melangkah ~

tiada yang kurasa tiada yang kucinta hampa terasa .. tapi aku menikmatinya satu perastu ku lepas, ku tinggalkan ku harap aku bisa mandiri tanpa mereka ~ seiring waktu berjalan, aku dapat berlari berlari menjauh dari mereka .. ku temui kehidupan yang baru ku jelajahi pengalaman baru ku nikmati yang ku rasa tetapi, sejenak aku terdiam aku menengok ke belakang, ternyata aku terlalu jauh meninggalkannya, dan kini aku ingin kembali padanya tapi tak mungkin aku berbalik aku telah bertekad untuk meninggalkannya .. dan tanpa ku sadari kehidupan ku kini secara perlahan terasa ingin membunuh ku .. kesenangan yang awalnya diberikan kini secara perlahan berubah menjadi kekecewaan .. tak mungkin untuk ku berusaha menolaknya ku hanya bisa dan harus menerima semua ini dengan senyuman dan keiklasan ... :)

Tuhan ~

untuk kesekian kalinya aku merasa lelah menjalani hidup ini .. kepenatan, kekecewaan, kesakitan, semua itu kian lama kian menyiksa .. entah bagaimana aku harus menghadapi dan menjalaninya, yg dapat kulakukan hanya mengikuti arus kehidupan ini :') tak tahan Tuhan, sungguh ku tak tahan .. ku tak sanggup Tuhan .. aku menyerah Tuhan .. begitu sayangnya kah kau padaku? hingga semua kesakitan ini tertuju padaku? terima kasih :') tapi kini ku tlah lelah Tuhan .. lelah sudah menahan kesakitan yang menyiksa ini .. kini aku lemah Tuhan kini aku lemah .. peluk aku Tuhan .. sebentar saja .. cabut nyawa ku Tuhan .. izinkan aku disamping-Mu Tuhan ..

KEEP POSITIVE ~

Semuanya dia yakini dengan positif membakar semua sugesti negative hingga yg tersisa benar-benar positif seiring berputar nya matahari kekuatan positif itu mulai lelah untuk tetap berdiri keraguan muncul, ketakutan menghantui, air mata telah siap untuk mebebaskan dirinya dan ekspresi wajah pun telah pasrah, pasrah dengan apa yang akan terjadi tapi tetap percaya bahwa semua itu adalah yang terbaik dari Tuhan .. Semua itu terjadi, yang tak di inginkan akhirnya terjadi tapi harus apa? Hanya bersyukur dan terus berpikir positif .. INI YANG TERBAIK DARI TUHAN Itu adalah sebuah cambuk untuk nya, cambuk untuk terus melangkah maju dan tetap bersemangat suatu keadaan yang menjadikan diri lebih kuat suatu keadaan yang memotivasi untuk terus berusaha suatu keadaan yang menyadarkan untuk membuka mata dan bangun ke dunia fana ini suatu keadaan yang cukup membuat dirinya terpuruk untuk sesaat “Tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang kita in...

move on..

tak ingin sebenarnya menuliskan kekecewaan ini.. tapi~ ku pikir akan menjadi suatu karya yg indah jika ku tuangkan di atas kertas :) "berulang kali kau menyakiti" yaaaaah sepenggal lirik lagu JUDIKA itu pas untuk menyatakan nyaa sekali, dua kali, tiga kali, daaaaaaaan seterusnya itu yg terjadi tapi coba lihat, aku selalu memaklumi mu, selalu memaafkan mu, selalu melupakan kesalahan mu apakah karna cinta ku pada mu? cinta? apa itu cinta? tidak, aku tidak cinta pada mu! ku pikir yaaaaah penantian ini akan terbalaskan, akan terjawabkan tapi benar jawabannya adalah NOL ku pikir sia-sia penantian ku selama ini, penantian yg tak berujung.. selalu menyambut mu dengan senang hati saat kau datang karna sudah tak ada lagi yg berada di samping mu sadarkah kau begitu baik nya aku? selalu mendengarkan permintaan mu selalu percaya pada ucapan mu sadarkah kau begitu polosnya aku? semua itu karna rasa ku padamu, rasa yg aku pun tak mengerti ocehan dan makian dari teman-teman ku memang men...