Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2012

Siapa aku?

Menyaksikan semua yang kau lakukan membuat aku berpikir semua tertuju padaku Mendapat sapaan dan senyum darimu membuat aku salah tingkah Padahal siapa aku? Siapa aku yang mungkin hanya sekelebat bayang di hadapanmu Siapa aku yang tak berhak menanyai keadaanmu setiap waktu Siapa aku yang tersenyum kegirangan saat ingat kebersamaan denganmu Siapa aku yang tertunduk lesu saat teracuhkan dirimu Siapa aku yang salah tingkah saat mendapat pesan darimu Siapa aku yang tertawa bodoh saat cemburu padamu Siapa aku yang kini mencoba berhenti mengharapkan dirimu Aku yang begitu menggilai dirimu Aku yang selalu mengutamakanmu dibanding yang lain Aku yang melihatmu disetiap aku berpikir Aku yang sebenernya baru saja mengenalmu Aku siapa? Aku yang berharap mendapat kejelasan darimu? Aku yang berharap kau tau semua inginku? Aku yang berharap kau mempunyai keinginan yang sama denganku Harusnya aku membuka mata Harusnya aku tersadar dari semua khayalan ini Harusnya aku menjauh da...

Takdirkah?

Tak ada niatan lebih saat akan berkenalan dengan mu Tak ada ambisi khusus untuk mendapatkan mu Ku jalani semua layaknya selembar daun yang terbawa arus sungai Tapi aku terlalu terlena akan belaian arus sungai, sampai-sampai aku lupa diri Salahkah aku kini menginginkan mu? Salahkah aku kini sedikit mengharapkan mu? Salahkah aku kini menyukai mu? Salahkah semua yang aku alami ini? Takdirkah yang mengharuskan ku untuk mengalami sebuah "harapan palsu" ha? Takdirkah yang mengharuskan ku mengenal kau? Mengenal kita ha? Takdirkah yang mengharuskan ku melatih kesabaran ini saat menghadapi mu ha? Atau ini memang rencana mu hei lelaki! Kau pintar mengubah suasana hati ini Kau pintar membuat ku kacau begini Dan kau berhasil membuat ku begitu penasaran padamu! Jujur aku belum memahami apa tujuan tersembunyi mu itu Jujur sampai detik ini pun aku masih memikirkan mu Aku memikirkan bagaimana cara menaklukkan mu Aku lelah untuk terus mengalah dan bersabar Tapi apa daya, rasa penasaran ini me...

Aku benci!

Hei aku membenci nama mu kini! Aku benci jika harus mendengar atau membaca nama mu itu! Aku benci karena jika aku harus mengalami itu dengan refleksnya aku akan teringat dirimu! Aku benci untuk mengingat mu! Aku benci merasakan mata ku berkaca saat mengingatmu! Terlebih aku benci harus jauh darimu! Aku sangat benci mengalami ini semua! Benci karena pada kenyataannya kau tetap tak menghiraukan ku .. Benci ku tak beralasan Benci ku tak berujung Aku benci harus mengenangmu seperti ini! Sedangkan di luar sana kau melupakanku Aku benci harus begini, aku benci! Aku hanya dapat menikmati kebencian ini Mungkin nanti suatu saat aku akan benar-benar membencimu ..