Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

Setahun yang lalu...

21 Agustus 2012 Kamu sedang apa sekarang? Kamu ingat setahun yang lalu? Yah, ditanggal yang sama setahun yang lalu aku bersamamu Untuk waktu yang cukup lama aku berada di sampingmu Untuk sedikit waktu dari itu aku berada dipelukanmu dan sebagian besar waktu itu di setahun yang lalu kau kecup aku Ah aku sedih jika teringat masa itu Berada dipelukanmu dan menikmati kecupanmu Hanya itu yang dapat aku lakukan setahun yang lalu Kau ingat foto kita yang diambil setahun yang lalu? Ah mataku berlinang jika melihatnya Hanya sekejap dan kemudian aku keluar dari folder itu Aku tak sanggup melihatnya yang sekaligus mengenangmu... Aku tak sanggup jika harus mengenangmu... Ingatkah kamu dengan aku? Aku yang kini sedang menikmati memori setahun yang lalu Masa dimana aku bersamamu... Bersamamu, aku merindukan itu Akankah semua itu dapat terulang kembali? Akankah semua itu dapat aku rasakan kembali? Maaf aku masih mengenangmu seperti ini Maaf aku masih memikirkanmu dan menuli...

Duplikat kamu...

Pada awalnya aku memang mencoba mengabaikannya Aku berusaha tidak melihatnya sebagai kamu Aku berusaha menganggapnya sebagai dirinya sendiri Aku berusaha untuk tidak mengingatmu saat melihatnya Tapi aku kalah... Aku tetap melihatnya sebagai kamu Aku tetap menganggapnya adalah kamu Aku tetap teringat kamu saat melihat dia Aku selalu berusaha untuk tidak melihat dia Aku selalu berusaha untuk tidak menatap matanya Tapi semua itu sulit untuk dihindari Dia selalu ada di sekitarku Aku kalah, aku kalah untuk melawan rinduku karena duplikat kamu Aku menyerah, aku pasrah berada di sekitar duplikat kamu Aku sedih, aku sedih karena bukan kamu yg berada di dekatku Bagian terpentingnya, aku kembali hampir gila karena merindukanmu Dia sama seperti kamu, dia duplikat kamu Aku hampir gila karena dia Karena dia lah setiap malamnya aku memimpikan kamu Karena dia lah setiap waktunya aku tak lupa untuk mengingatmu Karena dia lah setiap detiknya aku tidak lepas menyebut namamu Faktanya memang dia tidak...

Terimakasih ...

Kenapa aku begini? Kenapa aku harus berlelah-lelah memikirkanmu? Kenapa aku harus membasahi mata untukmu? Hanya karena memikirkanmu Kenapa aku? Ada apa dengan diriku? Bodohnya aku saat sadar kau telah mengabaikanku Bodohnya aku saat sadar kau telah berpaling Kamu dimana sekarang? Aku disini hanya dapat berharap kau berbalik dan kembali padaku Aku gusar memikirkanmu Setelah kau berikan semuanya padaku, kau menghilang begitu saja ha? Untuk apa semua ini jika kau tidak bersamaku? Untuk apa semua ini jika kau malah berpaling? Untuk apa hei!!! Baiklah, aku sudah siap melepasmu Aku tak pantas lagi mempertahankanmu Aku pun tak cukup kuat untuk terus berdampingan denganmu jika begini Aku akan melepasmu dan akan merelakan semuanya Terimakasih telah mengisi hariku Terimakasih telah membuatku tertawa, tersenyum dan kesal setiap harinya Terimakasih atas kenangan yang telah kau berikan Terimakasih atas sikap acuh dan perhatianmu itu Terimakasih semua itu kau ciptakan dalam wakt...