Duplikat kamu...
Pada awalnya aku memang mencoba mengabaikannya
Aku berusaha tidak melihatnya sebagai kamu
Aku berusaha menganggapnya sebagai dirinya sendiri
Aku berusaha untuk tidak mengingatmu saat melihatnya
Tapi aku kalah...
Aku tetap melihatnya sebagai kamu
Aku tetap menganggapnya adalah kamu
Aku tetap teringat kamu saat melihat dia
Aku selalu berusaha untuk tidak melihat dia
Aku selalu berusaha untuk tidak menatap matanya
Tapi semua itu sulit untuk dihindari
Dia selalu ada di sekitarku
Aku kalah, aku kalah untuk melawan rinduku karena duplikat kamu
Aku menyerah, aku pasrah berada di sekitar duplikat kamu
Aku sedih, aku sedih karena bukan kamu yg berada di dekatku
Bagian terpentingnya, aku kembali hampir gila karena merindukanmu
Dia sama seperti kamu, dia duplikat kamu
Aku hampir gila karena dia
Karena dia lah setiap malamnya aku memimpikan kamu
Karena dia lah setiap waktunya aku tak lupa untuk mengingatmu
Karena dia lah setiap detiknya aku tidak lepas menyebut namamu
Faktanya memang dia tidak sepenuhnya mirip denganmu
Tapi setiap aku melihatnya, disana terlihat kamu
Auranya yang begitu mirip denganmu
Dan aku menganggap dia adalah kamu
Duplikat kamu yang kini satu kampus denganku
Duplikat kamu yang kini akan terus membayangiku
Tapi yang terpenting dia si duplikat kamu bisa mengobati kerinduanku akan sosokmu walaupun hanya dengan cara aku melihat sekilas dirinya
Aku berusaha tidak melihatnya sebagai kamu
Aku berusaha menganggapnya sebagai dirinya sendiri
Aku berusaha untuk tidak mengingatmu saat melihatnya
Tapi aku kalah...
Aku tetap melihatnya sebagai kamu
Aku tetap menganggapnya adalah kamu
Aku tetap teringat kamu saat melihat dia
Aku selalu berusaha untuk tidak melihat dia
Aku selalu berusaha untuk tidak menatap matanya
Tapi semua itu sulit untuk dihindari
Dia selalu ada di sekitarku
Aku kalah, aku kalah untuk melawan rinduku karena duplikat kamu
Aku menyerah, aku pasrah berada di sekitar duplikat kamu
Aku sedih, aku sedih karena bukan kamu yg berada di dekatku
Bagian terpentingnya, aku kembali hampir gila karena merindukanmu
Dia sama seperti kamu, dia duplikat kamu
Aku hampir gila karena dia
Karena dia lah setiap malamnya aku memimpikan kamu
Karena dia lah setiap waktunya aku tak lupa untuk mengingatmu
Karena dia lah setiap detiknya aku tidak lepas menyebut namamu
Faktanya memang dia tidak sepenuhnya mirip denganmu
Tapi setiap aku melihatnya, disana terlihat kamu
Auranya yang begitu mirip denganmu
Dan aku menganggap dia adalah kamu
Duplikat kamu yang kini satu kampus denganku
Duplikat kamu yang kini akan terus membayangiku
Tapi yang terpenting dia si duplikat kamu bisa mengobati kerinduanku akan sosokmu walaupun hanya dengan cara aku melihat sekilas dirinya