move on..

tak ingin sebenarnya menuliskan kekecewaan ini..
tapi~
ku pikir akan menjadi suatu karya yg indah jika ku tuangkan di atas kertas :)


"berulang kali kau menyakiti"
yaaaaah sepenggal lirik lagu JUDIKA itu pas untuk menyatakan nyaa

sekali, dua kali, tiga kali, daaaaaaaan seterusnya
itu yg terjadi
tapi coba lihat, aku selalu memaklumi mu, selalu memaafkan mu, selalu melupakan kesalahan mu
apakah karna cinta ku pada mu?
cinta? apa itu cinta? tidak, aku tidak cinta pada mu!

ku pikir yaaaaah penantian ini akan terbalaskan, akan terjawabkan tapi benar jawabannya adalah NOL
ku pikir sia-sia penantian ku selama ini, penantian yg tak berujung..

selalu menyambut mu dengan senang hati saat kau datang karna sudah tak ada lagi yg berada di samping mu
sadarkah kau begitu baik nya aku?
selalu mendengarkan permintaan mu
selalu percaya pada ucapan mu
sadarkah kau begitu polosnya aku?
semua itu karna rasa ku padamu, rasa yg aku pun tak mengerti

ocehan dan makian dari teman-teman ku memang menyadarkan ku akan kebodohan ku mencintaimu, tapi itu hanya sebentar, hanya sekejap
mungkin 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu lalu kau datang kembali dengan sejuta pesona mu, dengan berbagai daya pikat mu
dan akhirnya apa? yaaa aku jatuh kembali di hadapan mu, dan butuh waktu yg cukup lama untuk bediri kembali

apakah kau tak pernah sadar akan penantian ku ini?

tapi sudahlah, lupakan pertanyaan itu :)
aku sudah melepas mu
sudah banyak cerita bodoh yg ku buat saat menanti diri mu
kurasa cukup untuk menanti mu, cukup juga mencintai mu
masih banyak wanita yg lebih baik untuk mu di luar sana, yg mugkin menanti mu lebih lama dari ku~

tolong jangan pernah kembali
jangan pernah datang padaku dengan sejuta pesona mu dan berbagai daya pikat mu itu
karena aku telah lelah menyaksikan nya
lelah meratapi keterpurukan ku saat ditinggalkan diri mu

ingat saja1 hal yg paling sulit untuk didapatkan, kau tau? yaaaah kesempatan kedua :)

sekarang ini hidup ku
tiada lagi tentang istimewa nya kamu
kau hanya sekedar gelembung yg ada di sekeliling ku lalu kemudian pecah dan menghilang..

terima kasih atas segala pelajaran yg telah kau ajarkan di hidup ini..

tak pernah menyesal pernah mencintai mu sekaligus menanti mu, semua itu telah mengajarkan ku untuk bersabar, walau yaaa hasilnya tidak ada, tapi mungkin ada tapi bukan sekarang, 'nanti' yg entah kapan itu..
yg pasti aku telah meninggalkan tempat yg bernama 'penantian', jadi jika kau mendatangi tempat itu untuk bertemu dengan ku, kedatangan mu sia-sia
cobalah untuk kembali ke tempat mu dan lupakan tempat yg bernama 'penantian' itu~

Postingan populer dari blog ini

Sedikit mengabaikan...

Sampah...

Untukmu, wahai wanita