Sesuka hatimu
Aku tak memaksamu untuk terus berada disampingku, menemaniku
Aku tak meyalahkanmu atas sakit yang tercipta atas perbuatanmu
Aku tak melarangmu untuk terus berhubungan denganya
Aku malu masih terus menggalaukan mu seperti ini
Aku malu...
Tetapi malu ku kalah besar dengan cintaku
Malu ku kalah kuat dengan kuatnya komitmen ku untuk setia padamu
Malu ku tak selemah perasaanku yang mudah menangis
Kamu tidak pernah tahu saja aku selalu merindukanmu
Rindu yang tak berkurang barang setitik pun
Kamu masih terus saja mencari pemuja lain
Kamu masih saja betah mengabaikanku yang terlau kecil dimatamu
Aku yang tak pernah bosan terus menantimu dengan senyuman
Aku yang pandai menutup rapat kesedihan ini saat menyapamu
Aku yang tak pernah bisa melenyapkanmu dari anganku
Kamu salah satu cita-cita terbesarku
Kamu...
Kamu yang dengan sesuka hatimu melemparku dari kursi disebelahmu
Kamu yang dengan sesuka hatimu memeluk kemudian mendorongku
Kamu yang dengan sesuka hatimu tersenyum kemudian membentakku
Kamu yang dengan sesuka hatimu mengecup kemudia meludahiku
Kamu yang sekurang-kurangnya kamu selalu terlihat mewah dimataku
Kamu yang sejahat apapun itu tetap selalu kunanti