Mencoba biasa.
Mencoba biasa tanpa sapaanmu setiap paginya
Mencoba biasa tanpa senyum dari bibir lembutmu
Mencoba biasa memiliki rindu tak tertahan seperti ini
Mencoba biasa tanpa peluk hangat tubuhmu
Mencoba biasa tanpa kecup lembut darimu
Mencoba biasa tak ada kamu ditiap detik hidupku
Tapi aku sudah terbiasa mencintaimu dan menambah cinta itu setiap harinya.
Aku sudah terbiasa mendekap tubuhmu dengan kedua tanganku.
Aku sudah terbiasa mendapat sapaan dan senyum lembut dari bibirmu.
Aku sudah terbiasa ditemanimu setiap detiknya.
Aku sudah terbiasa dengan kehadiranmu!
Apakah tanpamu akan menjadi kebiasaan baru bagiku?
Apakah tiada sosokmu akan menjadi suasana baru bagiku?
Apakah benar kita hanya ditakdirkan berjumpa untuk berpisah?
Harap yang ada masih mekar dengan indah.
Harap yang tertulis masih sabar untuk diselesaikan.
Harap yang tumbuh masih terus bertumbuh tinggi.
Harap itu hanya padamu.
Mencoba biasa tanpa senyum dari bibir lembutmu
Mencoba biasa memiliki rindu tak tertahan seperti ini
Mencoba biasa tanpa peluk hangat tubuhmu
Mencoba biasa tanpa kecup lembut darimu
Mencoba biasa tak ada kamu ditiap detik hidupku
Tapi aku sudah terbiasa mencintaimu dan menambah cinta itu setiap harinya.
Aku sudah terbiasa mendekap tubuhmu dengan kedua tanganku.
Aku sudah terbiasa mendapat sapaan dan senyum lembut dari bibirmu.
Aku sudah terbiasa ditemanimu setiap detiknya.
Aku sudah terbiasa dengan kehadiranmu!
Apakah tanpamu akan menjadi kebiasaan baru bagiku?
Apakah tiada sosokmu akan menjadi suasana baru bagiku?
Apakah benar kita hanya ditakdirkan berjumpa untuk berpisah?
Harap yang ada masih mekar dengan indah.
Harap yang tertulis masih sabar untuk diselesaikan.
Harap yang tumbuh masih terus bertumbuh tinggi.
Harap itu hanya padamu.