Dan aku berhenti ...

Sudah waktunya kuharus pergi.
Menjauh dari hadapanmu dan sekitaranmu.
Sudah seharusnya aku berhenti.
Berhenti menemani perjalananmu setiap harinya.
Sudah sewajarnya aku mundur.
Kisah ini terlalu menyita pikiran dan perhatianku.
Sudah sepantasnya aku menghilang.
Tak terlalu penting hadirnya tubuh kecil ini di tengah perjalananmu.

Dan kini aku telah berhenti, menjauh dari dirimu dan dari kisah kita.
Aku mencintaimu, sungguh. Dan seharusnya kau tahu itu.
Aku menyayangimu, seutuhnya. Dan seharunya kau sadar itu.
Aku menginginkanmu, sepenuhnya. Dan seharusnya kau dapat wujudkan itu.

Aku terlalu lelah, bukan lelah menghadapimu. Hanya terlalu lelah menjalani kisah konyol tak berkesudahan ini.
Aku butuh istirahat, aku butuh terlelap sejenak untuk mengembalikan kuatnya aku.
Lanjutkan jalan panjang yang sudah bertahun-tahun kau jalani.
Lanjutkan kisah panjang yang selalu kau perjuangkan.

Aku lelah. Aku berhenti. Aku siap menjauh.
Untuk bahagiamu. Untuk senyum mu.
Tersenyumlah, tetaplah menakjubkan.

Postingan populer dari blog ini

Sedikit mengabaikan...

Sampah...

Untukmu, wahai wanita